SDN Sindang 3 menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan literasi anak melalui berbagai kegiatan yang inovatif dan menyenangkan. Sekolah ini memahami bahwa literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga keterampilan penting untuk berpikir kritis, memahami informasi, serta menumbuhkan imajinasi dan kreativitas anak sejak dini.
Kegiatan literasi di https://www.sdnsindang3.site/ tidak hanya terbatas di kelas, tetapi juga melibatkan lingkungan sekolah secara menyeluruh. Salah satu kegiatan utama yang rutin dilakukan adalah “Jam Baca Bersama”, di mana seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 berkumpul di perpustakaan sekolah untuk membaca buku pilihan masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan membaca, tetapi juga membiasakan anak-anak untuk menghargai buku sebagai sumber pengetahuan dan hiburan.
Selain itu, sekolah juga mengadakan lomba membaca puisi, menulis cerita pendek, dan mendongeng. Kegiatan ini dirancang untuk menstimulasi kreativitas siswa dan melatih keberanian mereka dalam mengekspresikan ide. Menurut Kepala SDN Sindang 3, Ibu Rina Marlina, kegiatan literasi seperti lomba menulis dan mendongeng memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi anak. “Dengan kegiatan ini, anak-anak belajar mengungkapkan pikiran mereka dengan jelas, percaya diri, dan berani berbicara di depan umum,” ujarnya.
Peran guru juga sangat penting dalam mendukung literasi di sekolah. Guru di SDN Sindang 3 dilatih untuk menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Misalnya, dalam pelajaran Bahasa Indonesia, guru menggunakan pendekatan membaca bersama dan diskusi kelompok untuk mendorong siswa memahami isi bacaan secara mendalam. Metode ini membantu siswa tidak hanya menghafal kata-kata, tetapi juga mampu menginterpretasikan dan mengaitkan informasi yang mereka baca dengan pengalaman sehari-hari.
Selain itu, sekolah bekerja sama dengan orang tua dan komunitas lokal untuk memperluas jangkauan literasi anak. SDN Sindang 3 rutin mengadakan “Parent-Child Reading Day”, sebuah kegiatan di mana orang tua diajak membaca bersama anak-anak di sekolah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak, sekaligus menanamkan kebiasaan membaca sejak rumah.
Perpustakaan sekolah juga menjadi pusat kegiatan literasi. Dengan koleksi buku yang terus diperbarui, perpustakaan SDN Sindang 3 menyediakan beragam genre bacaan, mulai dari buku cerita anak, fiksi remaja, hingga buku pengetahuan umum. Pojok membaca yang nyaman dengan kursi dan karpet empuk membuat anak-anak betah berlama-lama membaca di perpustakaan.
Keberhasilan SDN Sindang 3 dalam mendorong literasi anak juga terlihat dari antusiasme siswa terhadap berbagai kegiatan. Banyak siswa yang aktif mengikuti lomba menulis cerita pendek atau mendongeng, dan hasil karya mereka sering dipamerkan di koridor sekolah maupun media sosial resmi sekolah. Hal ini tidak hanya memberikan apresiasi terhadap kreativitas anak, tetapi juga memotivasi mereka untuk terus menulis dan membaca.
Secara keseluruhan, dukungan SDN Sindang 3 terhadap kegiatan literasi anak menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya fokus pada akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan penting di era modern. Dengan menanamkan minat baca dan kemampuan menulis sejak dini, SDN Sindang 3 membekali siswa dengan bekal literasi yang kuat, yang akan bermanfaat sepanjang hidup mereka.
Literasi anak bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga jendela menuju pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas. SDN Sindang 3 membuktikan bahwa dengan lingkungan yang mendukung, bimbingan guru yang inspiratif, serta peran serta orang tua, minat baca anak-anak dapat tumbuh dengan optimal, menjadikan mereka generasi yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Leave a Reply